Langsung ke konten utama

TAK LIBATKAN BEM UNIVERSITAS, ORMAWA FAKULTAS HUKUM TURUN AKSI PERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL 2023

 


Pekalongan, 1 Mei 2023 – Puluhan mahasiswa dari Organisasi Mahasiswa Fakultas Hukum (ORMAWA FH) Universitas Pekalongan turun aksi dalam rangka Memperingati Hari Buruh Internasional.  Titik kumpul aksi bertempat di Gedung A Universitas Pekalongan yang dilanjutkan di Monumen Djoeang Kota Pekalongan sebagai tempat menyuarakan aksi tersebut. Walaupun sempat diguyur gerimis hal tersebut tidak menjadi penghalang para mahasiswa untuk menyuarakan tuntutan-tuntutan mereka.

            “Karena bersifat momentual dan isu-isu baik Nasional maupun Internasional tidak harus selalu melibatkan BEM Universitas, maka ORMAWA FH bisa bergerak secara terpisah ataupun bersama. Namun, berdasarkan hasil konsolidasi yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali kami menetapkan untuk bergerak sendiri sebagai motoris dan penggeraknya,” ujar Azlan selaku Kordinator Lapangan.

           Secara formal saya baru tau adanya aksi ketika ada pamflet masuk, karena sebelumnya tidak ada komunikasi dari pihak ORMAWA FH ke BEM UNIV atau ORMAWA UNIV, sedangkan secara non-formal sebenarnya kita tahu informasi kajiannya tetapi tiba-tiba tanggal 1 langsung aksi tanpa sepengetahuan BEM UNIV maupun SEMA UNIV,kata Falih Manarul selaku Presiden Mahasiswa Universitas Pekalongan.

Falih menambahkan bahwa dalam menanggapi isu lokal maupun nasional seharusnya ada pemberitahuan atau konsultasi terlebih dahulu pada BEM UNIV apabila kita berbicara pada konsep Trias Politica sehingga dari BEM UNIV dapat memberikan saran atau masukan.

Pada aksi tersebut, para mahasiswa menekankan pada hak-hak buruh yang selama ini terabaikan oleh Pemerintah selain itu isu lokal seperti banjir rob dan pembangunan pasar Banjarsari turut disampaikan. Terdapat 11 tuntutan yang ditetapkan dalam aksi ini, kesebelas tuntutan itu diantaranya: cabut Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja; sahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga; tolak Rancangan Undang-Undang Kesehatan; wujudkan  Reforma Agraria Sejati dan Kedaulatan Pangan; tolak Upah Murah, sahkan RUU Perampasan Aset; wujudkan pendidikan gratis; ilmiah, dan berevisi kerakyatan; stop kriminalisasi dan pembongkaman terhadap gerakan rakyat; tuntaskan persoalan banjir dan rob di Kota Pekalongan; stop kekerasan  dan budaya seksual harassment di lingkungan pendidikan; dan tuntaskan persoalan pembangunan pasar banjarsari.

“Kami turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak buruh yang selama ini  terabaikan dan  kami mewakili para buruh untuk menuntut keadilan,” ujar salah satu mahasiswa yang turut dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut ditutup dengan pernyataan sikap ORMAWA FH Universitas Pekalongan yang diwakili oleh Azlan selaku kordinator lapangan, yang pada intinya bahwa pemerintah telah gagal menyejahterakan kaum buruh dan Rakyat Indonesia dengan diterbitkannya UU Cipta Kerja beserta peraturan turunannya.

Azlan juga mengatakan bahwa harapan kami selaku ORMAWA FH dengan adanya aksi ini dapat berjalan kondusif, aman, tertib dan suara isu tuntutan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat Kota Pekalongan atau pengguna jalan yang melintas di titik Monumen Djoeang ini.


Penulis             : Andrew Bagastio, Mega Prima Nur Fajri

Reporter          : Dyan Isma Nabila, Eva Nadia, M. Fikron Akrom

Editor              : Nikma Baiti Faradisa, Kharisma Putri W.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASKAH ESAI: Membangun Media yang Memanusiakan Manusia

     Penulis: Diki Mardiansyah (Juara 3 Lomba Esai Festival Jurnalistik LPM Suaka UNIKAL 2021)      Media semakin tidak memegang etika jurnalistik dan menuju keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Banyak malpraktik di industri media. Profesi wartawan banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak jelas, hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Baik dengan mencari “amplop”, memeras, clickbait, membuat media “abal-abal” yang tujuannya hanya mencari uang, atau menjadikan media memuat berita yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan      Hal itu, saya kira, menjadi pelanggaran kode etik yang sangat serius dan semakin menggejala. Dengan dilanggarnya kode etik jurnalistik itu, implikasinya adalah media tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan karena membuat berita yang tidak berkualitas dan bermutu. Padahal, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan. Sebab, kemanusiaan adalah nilai universal yang dapat men...

MEMBUAT GEBRAKAN LITERASI, PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PEKALONGAN LUNCURKAN SIPUSTAKA

Pekalongan (18/01/2025) – Sempat diundur hampir dua jam, acara Launching SIPUSTAKA dan Library Award yang bertemakan “Integrasi Berkarya, Literasi Berdaya” berjalan dengan lancar di Auditorium Gedung C Universitas Pekalongan. Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUSTAKA) merupakan layanan peminjaman buku fisik melalui sistem online pertama di Universitas Pekalongan. Layanan ini memungkinkan penggunanya meminjam koleksi perpustakaan tanpa harus mendatangi gedung perpustakaan. Pengguna cukup memilih buku yang ingin dipinjam pada laman yang disediakan pustakawan, memilih buku yang ingin dipinjam, memasukkannya ke dalam keranjang, kemudian buku akan diantarkan ke alamat tujuan. Untuk pengembaliannya sendiri dapat melalui online , dengan cara dialamatkan ke pos satpam gedung F Universitas Pekalongan. Pengguna wajib konfirmasi kepada pustakawan perihal peminjaman maupun pengembalian buku. “Delivery book ini tidak hanya di luar daerah tapi dapat juga digunakan saat mahasiswa berada di sekita...

DEMI MEWUJUDKAN KETERAMPILAN MAHASISWA DI BIDANG PERPAJAKAN, TAX CENTER UNIVERSITAS PEKALONGAN SELENGGARAKAN: PENGUKUHAN RELAWAN PAJAK UNTUK NEGERI TAHUN 2025

  Pekalongan (22/01/2025) – Tax Center Universitas Pekalongan kembali menyelenggarakan pengukuhan relawan pajak dengan tema “Sinergi Relawan Pajak: Untuk Indonesia yang Lebih Baik” yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kontribusi positif yang ingin diwujudkan melalui program ini. “Sinergi” menggambarkan upaya bersama untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang lebih besar. “Untuk Indonesia yang Lebih Baik” mengandung harapan dan tujuan kontribusi nyata para relawan pajak terhadap kemajuan bangsa. Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) adalah program nasional yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung kegiatan perpajakan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun keterampilan mahasiswa dalam bidang perpajakan, sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan dan edukasi perpajakan kepada masyarakat. Adapun relawan berjumlah 78 mahasiswa yang terdiri dari 28 mahasiswa Renjani Unive...